Posted by : Unknown Jumat, 07 Maret 2014

                                                                 BANJIR


Banjir adalah persoalan yang sangat akrab dengan semua Negara baik itu yang masih dalam tahapan berkembang maupun maju. Di Asia sendiri, Indonesia dikenal sebagai salah satu Negara yang hampir tiap tahun mengalami banjir. Persoalan ini bahkan menjadi agenda mendesak untuk segera dipecahkan sebab bencana ini telah menjadi rutinitas di Ibu Kota Jakarta. Hal ini tentu menjadi beban tersendiri sebab Jakarta ibarat etalase Indonesia tempat di mana semua mata di dunia memandang. Apa sebenarnya banjir tersebut dan faktor-faktor apa saja yang bisa menjadi penyebab banjir? Berikut kami sajikan pengertian banjir dan juga hal-hal yang menjadi pemicu bencana tahunan yang satu ini.




Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian banjir sebagai berikut:


[v] berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tt kali dsb): krn hujan turun terus-menerus, sungai itu --; (2) n air yg banyak dan mengalir deras; air bah: pd musim hujan, daerah itu sering dilanda --; (3) n Geo peristiwa terbenamnya daratan (yg biasanya kering) krn volume air yg meningkat; (4) v ki datang (ada) banyak sekali: menjelang Lebaran di pasar – petasan.

Mencermati pengertian banjir tersebut di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa peristiwa banjir adalah tergenangnya suatu wilayah daratan yang normalnya kering dan diakibatkan oleh sejumlah hal antara lain air yang meluap yang disebabkan curah hujan yang tinggi dan semacamnya. Istilah-istilah yang terkait dengan banjir ini ada banyak antara lain: banjir bandang, banjir maksimum, banjir tahunan dan masih banyak lagi lainnya.

Pengertian banjir lainnya datang dari UNI Eropa, mereka sepakat bahwa apa yang dimaksud dengan banjir adalah perendaman sementara oleh air di daratan dimana wilayah tersebut dalam keadaan normal tidak terendam air. Terkait kata “perendaman” bukan berarti banjir tidak memiliki arus. Sifat air selalu mencari tempat yang rendah, maka air banjir juga memiliki kecenderungan tersebut sehingga ia akan mengalir dengan kecepatan tertentu dan terlihat sebagai sebuah arus.

Dalam beberapa kondisi, banjir bisa menjadi bencana yang merusak lingkungan dan bahkan merenggut nyawa manusia. Oleh sebab itu penanganan terhadap penyebab banjir selalu menjadi hal yang serius. Apa saja yang bisa memicu terjadinya banjir? Secara umum, penyebab banjir dibagi ke dalam dua yakni faktor alam dan campur tangan manusia. Meski dipisahkan, namun kedua hal tersebut sesungguhnya terkait satu sama lain.


Faktor alamiah terjadinya banjir adalah curah hujan yang sangat banyak dan tidak diimbangi dengan daerah resapan air yang baik. Secara alamiah, hujan akan menyerap ke dalam tanah dan kemudian diikat oleh akar pepohonan dan dialirkan lagi melalui aliran air semacam sungai yang pada ahirnya bermuara lagi di lautan. Mengapa banjir sering dijumpai di pemukiman warga? Jawabannya sederhana, sebab tanah dikepung beton dan pohon absen melindungi kota. Hal ini menyebabkan air tergenang di daratan selama beberapa waktu. Hal lain yang menyebabkan banjir adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah. Secara umum sarana drainase di perkotaan sudah baik hanya saja banyak di antaranya yang mengalami alih fungsi sehingga tidak lagi bisa menahan laju banjir. Misalnya saja sungai. Di perkotaan, banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai sehingga berpotensi menyumbat aliran air. 
Jika kita mencermati pengertian banjir, maka secara cermat, langkah pananggulangan harus dimulai dari pencegahan dengan merubah pola prilaku serta paradigma masyarakat. Banjir tidak bisa dianggap sebagai satu persoalan tunggal melainkan sesuatu yang diakibatkan oleh beberapa faktor yang secara berantai mengundang banjir. Peranan pemerintah juga masyarakat dalam menanggulangi banjir akan meminimalisir dampak negatif bencana alam yang satu ini. 

Kadangkala kita memang tidak menginginkan musibah secara tiba-tiba datang, tapi jika Tuhan berkehendak lain pastinya hanya bisa menerima. Banyak hal musibah itu datang baik dibuat oleh keadaan alam maupun faktor manusia. Saat ini kita sangat diresahkan oleh bencana alam banjir, terutama terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Kenapa Indonesia sangat sering mengalami bencana Banjir? Faktor cuaca merupakan alasan utama hal tersebut terjadi, Indonesia memiliki dua iklim yaitu kemarau dan hujan.
Potensi hujan di negara kita memang cukup tinggi, selama enam bulan berturut-turut dapat terjadi curah hujan tinggi tiap harinya. Terkadang masyarakat sekarang kurang memperhatikan potensi hujan tinggi semacam ini, hanya memahami tapi tidak menanggulangi secara dini. Keadaan tersebut memicu banjir jika terjadi curah hujan tinggi, sehingga antisipasi mayoritas terlambat. Banjir bisa terjadi karena keadaan cuaca tidak mendukung seperti curah hujan tinggi, air sungai meluap, atau tidak adanya tanah serapan air. Keberadaan tersebut menjadikan musibah semacam ini sering terjadi, serta selalu muncul di kota besar karena tiga faktor tersebut memungkinkan terjadi di tempat itu.
Bencana Alam Banjir

Misalnya saja sering kita mendengar bencana alam banjir terjadi di Jakarta, hampir tiap musim hujan selalu terjadi banjir. Upaya pemerintah terus melakukan penanggulangan seperti memberdayakan tanah serapan setiap sudut kota, membersihkan aliran sungai dari tumpukan sampah, atau membuat kanal banjir timur serta lainnya. Bukan hal mudah untuk sekejap saja menyulap Jakarta bebas dari bencana tahunan itu, perlu kesinambungan secara terus-menerus dibantu oleh partisipasi masyarakat Jakarta peduli dengan lingkungan. Bahkan sejak jaman Hindu sebelum Jakarta pada abad ke- 5 masa kerajaan Tarumanegara, sang Raja juga mengalami hal serupa menanggulangi Banjir. Kebijakan Raja menanggulangi Banjir tertuang dalam prasasti Tugu saat melakukan pembuatan sungai besar mengelilingi kota menuju laut Jawa.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogroll

Blogger templates

Copyright © bencana banjir -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan